Slide

Jumat, 14 Desember 2012

Teori Evolusi dalam Sosiologi dan Antropologi


1.      Pemikiran apa yang melatarbelakangi charles darwin dalam melahirkan teori Evolusi?  Pokok-pokok pemikiran antara lain:
·         Tidak ada individu yang identik, selalu ada variasi meskipun dalam satu keturunan.
·         Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap makhluk hidup mampu berkembang biak.
·         Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruang yang cukup.
·         Pertambahan populasi tidak berlangsung secara terus menerus, tetapi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor pembatas antara lain makanan dan predasi
Jelaskan prinsip-prinsip dasar dari teori Evolusi Sosial ?
·         Harus terus berjuang untuk hidup ( struggle for life ).
·         Mereka yang bertahan hidup adalah mereka yang memiliki perlengkapan hidup yang paling baik (survival of the fiftest ).
·         Adanya seleksi alam (natural selection).
·         Adanya kemajuan yang cukup berarti (progress).

           Bagaimanakah saudara dapat menjelaskan teori ini dapat diterapkan untuk menganalis dan menguraikan  masalah-masalah pendidikan dan perkembangannya                
           yang saat ini dihadapi oleh bangsa indonesia ? Jelaskan menurut analisis!
v    Menurut saya, teori evolusi mempengaruhi proses pendidikan.Pada konteks pendidikan masyarakat yang pendidikan formalnya terbatas atau terputus, cenderung memiliki negative psychological attitudes. Mencermati individu yang demikian, maka pendidikan perlu menawarkan sesuatu yang lain yang akan mampu mengajak mereka untuk berfikir dan merencanakan masa depan dengan lebih baik lagi sehingga mereka akan mampu dibangun menjadi manusia unggul.Membangun manusia unggul, hanya mungkin dilakukan melalui jalur pendidikan. Melalui pendidikan (formal maupun luar sekolah ) individu dapat di didik secara wajar untuk melakukan sesuatu secara baik, dan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga mereka siap untuk menghadapi berbagai perubahan kehidupan, mereka akan menyenangi perubahan dan membangun manusia menjadi manusia pemberani.
v    Perkembangan pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dan  negara atau kemunduran suatu Negara, dalam perkembangan pendidikan di Indonesia yang terus menghadapi masalah karena perubahan itu bisa menjadi rujukan perbaikan pendidikan di Indonesia, pendidikan bukan hanya tanggung jawab Negara tapi juga tanggung jawab seluruh lapisan dan elemenn masarakat terutama pendidikan karakter bangsa yanga sangata tergantung dengan kondisi social budaya masarakat tersebut., sehingga masalah pendidikan perlu perhatian dan kerja sama baik pemerintah dan masarakat.
Kualitas pendidikan di indonesia masih rendah dan berada di tingkat bawah dibandingkan dengan negara-negara yang lain diasia. Faktor penghambat berkembangnya negara indonesia adalah pendidikan yanmg belum sepenuhnya memenfaatkan teknologi. Maka dari itu, Departemen Pendidikan Nasional mengejar ketertinggalan kita dalam bidang teknologi dengan mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah.

2.      Bagaimana prinsip-prinsip pokok  dari ajaran teori fungsionalisme structural dalam sosiologi ?
Secara esensial, prinsip-prinsip pokok fungsionalisme structural ini menurut Stephen K. Sanderson (1993:3) adalah sebagai berikut:
1.      Masyarakat merupakan system yang kompleks yang terdiri-dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung, dan setian bagian saling berpengaruh secara signifikan terhadap bagian-bagian lainnya.
2.      Setiap bagian dari sebuah masyarakat eksis karena bagian tersebut memiliki fungsi penting dalam memelihara eksistensi dan stabilitas masyarakat secara keseluruhan .
3.      Semua masyarakat memiliki mekanisme yang mengintregasikan dirinya, yaitu mekanisme yang merekat menjadi satu .
4.      Masyarakat cenderung mengarah kepada suatu keadaan ekuilibrium atau keseimbangan dan gangguan pada salah satu bagian cenderung menimbulkan penyesuaian pada bagian lain agar tercapai harmoni dan stabilitas.
5.      Perubahan social merupakan kejadian yang tidak biasa dalam masyarakat.

Apa yang di maksud fungsi nyata (manifest function) dan fungsi sembunyi (laten function) dari Robert merton ?
Sosiologi mengartikan fungsi sebagai akibat atau konsekwensi logis, obyektif (nyata, lepas dari maksud atau motivasi seseorang) terbuka untuk setiap pengamatan empiris dan dari suatu sosio-budaya bagi kesatuan sosial yang lebih besar. Dalam hal fungsi, Merton membagi fugsi menjadi dua bagian yaitu “fungsi nyata” (manifest function) dan “fungsi sembunyi” ( atau fungsi tersembunyi).
·         Fungsi Nyata ( Manifest Function)
Pengembangan dalam memahami fungsi manifest dalam sosiologi banyak dipengaruhi oleh ilmu biologi, dimana setiap fungsi dalam tubuh manusia memiliki fungsi biologis. Jadi jika mengacu kepada fungsi ini dapat dikatakan keluarga memiliki fungsi reproduksi dan sosialisasi sehingga Negara bertanggung jawab dalam fungsinya sebagai pemelihara tatanan dan lain-lain.
·         Fungsi Tersembunyi ( Laten Fungction)
R. K Merton menggarisbawahi pendapat bahwa sebuah 2 institusi sosial memiliki fungsi-fungsi yang bersifat laten ( tersembunyi) dan berbeda dengan motif-motif eksplisitnya. Misalnya, upacara minta hujan yang dilakukan orang-orang Indian Hopi memepunyai motif agar hujan segera turun, namun beberapa ilmuan yakin bahwa ada fungsi lain dari upacara ritual yang dilakukan yakni, mempertahankan kohesi kelompok (nazsir 2008:11)

Bagaimana anda mampu menerapkan teori ini dalam menelaah manajemen pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan (sekolah )! jelaskan menurut pendapat dan analisis saudara.
Bahwa sebuah sekolah membutuhkan pemimpin dan manajer yang efektif jika mereka ingin memberikan pendidikan yang terbaik kepada pelajar mereka. Ketika ekonomi global mengalami resesi, pemerintah lebih menyadari bahwa aset utama mereka adalah orang-orang yang kompetitif dan semakin tergantung pada sebuah sistem pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil. Hal ini memerlukan guru-guru yang terlatih dan berkomitmen, dan pada gilirannya, memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang sangat efektif dan dukungan lain manajer senior dan menengah (Bush, in press). Dan juga setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan seperti Sekolah akan sangat memerlukan manajemen untuk mengatur/mengelola kerjasama yang terjadi agar dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan, untuk itu pengelolaannya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan-tahapan dengan diawali oleh suatu rencana sampai tahapan berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya, dengan mengingat hal itu, maka makna pentingnya manajemen semakin jelas bagi kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan.

3.  Bagaimana letak perbedaan teori konflik yang di kembangkan oleh : Karl Marx, Lewis A   
     Coser dan Dahrendorf!
·         Teori Konflik menurut karl marx
Teori konflik Karl Marx didasarkan pada pemilikan sarana- sarana produksi sebagai unsur pokok pemisahan kelas dalam masyarakat.
·         Teori konflik menurut Lewis A coser
Teori konflik didasarkan  beberapa susunan merupakan hasil persetujuan dan konsesus, yang menujukkan pada proses lain yaitu konflik social.
·         Teori konflik menurut Dahrendrof
Teori konflik Ralf Dahrendorf didasarkan pada wewenang dan posisi yang merupakan faktor social. Bahwa distribusi kekuasaan dan wewenang secara tidak merata akan menjadi factor yang menentukan konflik ssosial secara sistematis.

      Bagaimana teori konflik memandang kehidupan masyarakat  ?
                Teori konflik lahir melalui upaya pemahaman masyarakat atas femonana yang berkembang di masyarakat. Hidup dalam perbedaan, masyarakat tidak menutup diri atas   pengaruh eksternal yang mempengaruhi internal hidupnya. Karena setiap perbedaan pemahaman, perbedaan kekuasaan, tujuan hidup dan latar belakang serta suku, agama, ras maupun segala perbedaan lainnya dapat membangkitkan konflik di masyarakat. Perbedaan tersebut tidak bisa dihindari dan alangkah sebaiknya dijadikan alat pemersatu. Kelompok kepentingan yang berbeda dalam sistem sosial akan saling mengajar tujuan yang berbeda dan saling bertanding. Kompetisi sosial ini akan selalu hidup masyarakat demi pemenuhan setiap kebutuhan hidupnya.


Bagaimanakah teori konflik dapat di terapkan dalam lingkungan lembaga pendidikan
tertentu?
Teori konflik (conflik theory) yang diterapkan dalam pendidikan sebagai upaya menjaga kesenjangan sosial dan melestarikan kekuasaan orang-orang yang mendominasi masyarakat.    
Teori konflik untuk beberapa aspek melihat fungsi pendidikan sama dengan alur dianut oleh fungsionalis. Menurut teori konflik, sekolah memposisikan anak dari kelas pekerja menerima posisi mereka sebagai “kelas yang lebih rendah” dari anggota masyarakat.
 Teori konflik melihat pendidikan bukan sebagai kebutuhan social atau kesempatan, melainkan sebagai sarana ampuh untuk mempertahankan struktur kekuasaan  dan menciptakan tenaga kerja yang patuh bagi kaum kapitalis yang mendewakan kapitalisme.

4.  Apa arti front stage, back stage, appearence dan setting dalam teori interaksi   simbolik ?
·         Front stage ( panggung depan ) adalah bagian penampilan individu yang secara teratur berfungsi didalam mode yang umum dan tetap untuk mendefinisikan situasi bagi mereka yang menyaksikan penampilan itu.
·         Back stage ( panggung belakang ) adalah tempat atau situasi di mana seseorang individu tidak perlu bertingkah laku sesuai dengan harapan-harapan orang dari statusnya itu.
·         Appearence ( penampilan ) melingkupi atribut-atribut yang bisa menunjukan kepada orang lain status sosial yang mereka miliki
·         Setting adalah bagian-bagian yang secara fisik ( alat-alat ) yang harus berada di sana apabila si aktor tampil.

  Bagaimanakah teori interaksi simbolik dalam memahami kehidupan sosial !
Teori interaksionisme simbolik berorientasipada prinsip bahwa orang-orang merespon makna yang mereka bangun sejauh mereka berinteraksi satu sama lain. Setiap individu merupakan agen aktif dalam dunia sosial, yang tentu saja dipengaruhi oleh budaya dan organisasi sosial, bahkan ia menjadi instrumen penting dalam produksi budaya, masyarakat, dan hubungan yang bermakna yang mempengaruhi mereka
            Teori ini menyarankan bahwa perilaku manusia harus dilihat sebagai proses yang memungkinkan manusia membentuk dan mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orang lain yang menjadi mitra interaksi mereka. Manusia bertindak hanya berdasarkan definisi atau penafsiran mereka atas objek-objek disekeliling mereka. Dalam pandangan perspektif ini, sebagaimana ditegaskan Blumer, proses sosialndalam kehidupan kelompoklah yang menciptakan dan menegakan aturan-aturan, bukan aturan-aturan yang menciptakan dan menegakan kehidupan kelompok.
Menurut teori ini kehidupan sosial di butuhkan  interaksi manusia dengan menggunakan simbol-simbol.” Penganut interaksionisme simbolik berpandangan, perilaku manusia adalah produk dari interpretasi mereka atas dunia di sekeliling mereka, jadi tidak mengakui bahwa perilaku itu dipelajari atau ditentukan, sebagaimana dianut teori behavioristik atau teori struktural.

             Apakah teori ini dapat dipergunakan dalam pembelajaran di kelas ?
Menurut saya, ya dapat dipergunakan dalam pembelajaran di kelas,
·         teori Interaksi simbolik sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran di kelas karena interaksi antara individu sangat dibutuhkan, dan bagaimana hal ini bisa dipergunakan untuk mengerti apa yang orang lain katakan dan  lakukan kepada kita sebagai individu.  
·          Teori ini dapat di gunakan dalm model pembelajaran yang berkarakter yaitu dimana di mana sang guru menjalankan tugasnya menjadi aktor agar pesrta didiknya menjadi siswa yang berkarakter.
·         Siswa  bersifat aktif, reflektif, dan kreatif, menafsirkan, menampilkan perilaku yang rumit dansulit diramalkan.

   Dan model pengajaran apa seperti apakah teori inidapat diterapkan ?
Yaitu  dengan menggunakan Model Tahap Simbolis. Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi simbul-simbul atau lambang-lambang objek tertentu. Pada tahap simbolik ini, pembelajaran direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak (abstract symbols), yaitu simbol-simbol arbiter yang dipakai berdasarkan kesepakatan orang-orang dalam bidang yang bersangkutan, baik simbol-simbol verbal (misalnya huruf-huruf, kata-kata, kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika, maupun lambang-lambang abstrak yang lain.

5. jelaskan persamaan dan perbedaan antara teori fungsionalisme struktural dari disisplin 
    sosiologi dengan teori struktural fungsional dari disiplin antropologi yang dikembangkan
    oleh Malinowski dan Radclife Brown. Jelaskan pendapat saudara.
·         Persamaan bahwa semua peristiwa dan semua struktural adalah fungsional bagi suatu masyarakat. Persamaan fungsinalisme struktural dari disiplin sosiologi dan antropologi Yang dikemukakan Malinowski, berdasarkan hasil temuan penelitian lapangan yang dilakukan di Trobiant, dimana dalam masyarakatnya yang matrilineal, saudara laki-laki pihak ibu ( mohar ) juga merupakan penguasa sedangkan seorang ayah adalah merupakan seorang ahabat yang akrab.
Redclife Brown memiliki pandangan yang jelas tentang arti relasi sosial dalam relasi antara saudara laki-laki dan saudara perempuan dalam kehidupan suatu masyarakat.

·         Perbedaan
Sosiologi:  Teori fungsionalisme structural menekankan pada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan dalam masyarakat .
Antropologi : Menurut  Malinowski dan Radclife Brown : merupakan teori- teori social yang berbasis antropologi ,objek kajiannya lebih banyak pada folklore, dongeng rakyat dan benda-benda budaya yang dijadikan aktivitas social ekonomi masyarakat yang masih sederhana . itulah sebabnya pendekatan penelitiannya menggunakan tradisi penelitian antropologis, yakni penelitian etnografi yang kemudian berkembang menjadi etnologi.
6. jelaskan konsep-konsep berikut ini :
    a) Kebudayaan personality dalam pandangan malinowski
Adanya satu hubungan antara personality dengan kebudayaan dalam suatu pendekatan struktur fungsional. Ia melihat emosi serta kesetiaan dalam keluarga lahir dan sifat individu untuk kepentingan dirinya sendiridan keluarganya. Personality menurut malinowski  amat penting untuk melanjutkan sistem kekeluargaan.
Kebudayaan personality malinowski  memandang bahwa keluarga merupakan satu lembaga yang membentuk personality, dan tempat dimana ikatan emosi seseorang serta emosi sosial yang penting terwujud.

     b) Fungsi tradisi dalam masyarakat primitive trobiant
          Sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif dalam suatu masyarakat. Segala aktivitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkaian dan sejumlah kebutuhan naluri makluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupanya. Contohya adalah kesenian

    c) Kegunaan manner dalam teori interaksi simbolik dari E. Goffman
Manner berfugsi sebagai menunjukan model atau gaya yang dimainkan oleh aktor dalam performennya.



    d) Masyarakat moderen adalah irasional menurut pandangan H Mercuse.
Di dalam tulisannya, Marcuse banyak mengkritik masyarakat industri maju dengan teknologisasi (teknokratisme) yang membawa dampak kepada problematika dehumanisasi. Manusia pada masyarakat modern tanpa sadar telah didominasi oleh teknologi modern yang menciptakan manusia menjadi pasif berkarya dan tidak kritis
terhadap kondisi sosialnya serta reseptif atau menerima apa yang ada. Dominasi teknologi dalam masyarakat telah terpapar sedemikian rupa, sehingga tidak lagi dirasakan dan disadari sebagai sesuatu yang tidak wajar.
Bagi Marcuse masyarakat industri modern adalah masyarakat yang tidak sehat Karena masyarakat tersebut merupakan masyarakat berdimensi satu, yakni segala segi kehidupannya diarahkan pada satu tujuan saja, yaitu keberlangsungan dan peningkatan sistem yang telah ada, tidak lain adalah sistem kapitalisme yang ditopang oleh sistem teknologi komunikasi dan informasi
Marcuse juga mengkritik masyarakat modern yang hanya bersifat One Dimensional dan hal ini tampak dalam semua aspek, yakni ilmu pengetahuan,Marcuse menyatakan bahwa teknologi adalah suatu metode yang paling efektif untuk mengontrol individu dari luar. Dia tidak percaya bahwa teknologi itu bersifat netral. Sebaliknya ia melihat teknologi adalah alat untuk mempengaruhi dan mendominasi orang lain.


Posting Komentar