Slide

Kamis, 19 September 2013

Pengertian dan Hukum Perkembangan


  1. Pertumbuhan
Pertumbuhan mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran atau fungsi-fungsi mental (Kasiram, 1983:23).
Pertumbuhan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, dalam peredaran waktu yang tertentu. Ia mengartikan pula pertumbuhan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (resam tubuh, keadaan jasmaniah). Yang warisan, dalam bentuk proses aktif yang continue (Kartono, 1982:32)
Pertumbuhan dinyatakan dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada bagian-bagian, tetapi pertumbuhan itu sendiri adalah suatu sifat umum dari seluruh organism (Whiterington, 1991:156).
Dalam buku Chid Development and Adjustment, Crow & Crow (1962:38) pertumbuhan pada umumnya dibatasi pada perubuhan-perubahan structural dan fisiologis dalam pembentukan seseorang secara jasmaniah dari saat masih berbentuk konsesional melalui periode-periode prenatan, dan posnatan, pada sampai kedewasaannya.
(Sumber buku: Sobur,Alex.2009.Psikologi Umum.Pustaka Setia,Bandung)
Kesimpulan: Pertumbuhan lebih berkonotasi pada perkembangan secara kuantitas bukan secara kualitas.yang terjadi perubahan secara fisiologis melalui proses-proses tertentu.yang bersifat linier dan memiliki titik maksimum.
  1. Perkembangan
Perkembangan merupakan “perubahan-perubahan psikofisis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisis pada diri anak, yang ditunjang oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam pasage waktu tertentu, menuju kedewasaan” (Kartono, 1982:33). Perkembangan oleh kartono diartikan pula sebagai “proses transmisi daripada konstitusi psiko-fisis (resam  psikis adan fisis) yang herediter, distimulasikan oleh factor-faktor lingkungan yang menguntungkan, dalam proses aktif menjadi secara kontinu” (Kartono, 1982:33).
J.P.Chaplin (1972) dalam Dictionary Of Psycology-nya menyatakan, arti perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan-tahapan yang progresif dan ini terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membadakan aspek-aspek yang terdapat dalam orgnisme-organisme tersebut.
“Perkembangan berhubungan erat dengan pertumbuhan dan kemampuan pembawaan tingkah laku yang peka, terhadap rangsangan-rangsangan sekitar.” (Crow and Crow, 1962:38)
(Sumber buku: Sobur,Alex.2009.Psikologi Umum.Pustaka Setia,Bandung)
Perkembangan merupakan perubahan-perubahan psiko,fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam masa waktu tertentu,menuju kedewasaan (Zein,2005).
Perkembangan adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau kedewasaan (maturation), dan pembelajaran (learning) (Wong,2000).
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur atau fungsi tubuh yang lebih lebih kompleks dalam pola yang teratur,dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistemnya yang terorganisasi.
(Sumber website: file.upi.edu/PengertianPerkembangan)
Kesimpulan: Perkembangan merupakan perubahan tingkah laku seseorang yang teratur dan berhubungan erat dengan faktor-faktor lingkungan yang terjadi di sekitarnya.yang bersifat kualitatif.

  1. Hukum-Hukum Perkembangan
Secara garis besar peristiwa perkembangan mempunyai atau mengikuti prisip-prinsip perkembangan(Atmodirijo,1983;Simandjuntak&Pasaribu,1979;Syah,1995;Kartono,1982;Kasiram 1983;Shaleh & Soerjadinata,1971):
  1. Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar,namun mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan.
  2. Perkembangan selalu menuju proses diferensiasi dan integrasi.Proses diferensiasi artinya ada prinsip totalitas pada diri anak.Dari penghayatan totalitas itu, lambat laun bagian-bagianya menjadi sangat nyata dan bertambah jenis dalam kerangka keseluruhan.
  3. Perkembangan dimulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus.
  4. Setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai.Walaupun tidak ada garis pemisah yang jelas antara satu fase dan fase lain. Tahapan perkembangan ini sifatnya universal.Menurut teori equilibrium, setiap individu selalu berusaha mengatasi kesulitanya berupa iritasi, frustasi, dan berikade-berikade pemenuhan kebutuhan.Teori disquilibrium berpendapat sebaliknya sehubungan dengan dinamika manusia,anak itu malahan tidak mencari keseimbangan.
Satu prinsip dari teori perkembangan menyatakan bahwa motif utama dari hidup ialah meniadakan dan melepaskan diri dari semua rintangan, rasa tegang, dan diquilibrium batin ubtuk mencapai kepuasan dan equilibrium batin.
  1. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri.Tempo perkembangan manusia pada umumnya terbagi dalam kategori: cepat, sedang, lambat.Tempo perkembangan yang selalu cepat atau terlalu lambat, biasanya menunjukan kelainan yang relatif sangat jarang terjadi.Pada setiap anak, terdapat impuls untuk berkembang dengan caranya sendiri, untuk melatih semua bakat serta kemampuanya.Segala sesuatu yang sudah dicapai oleh anak, dijadikan persiapan atau titik tolak baru bagi pengalaman dan kemampuan berikutnya.
  2. Perkembangan manusia tidak tetap, terkadang naik, terkadang turun.Didalam istilah perkembangan dikenal sebagai irama atau naik turunya proses perkembangan.Jadi, irama perkembangan itu tidak menetap.
  3. Pada setiap orang, terdapat dorongan fisis dan psikis untuk mempertahankan hidupnya.pencernaan dan pernapasan umpamanya ditujukan pada pemeliharaan dan eksistensi diri dibidang jasmaniah, sedangkan pencapaian ilmu pengetahuan ditujukan untuk pemeliharaan dibidang rohaniah.Selain dorongan memeprtahanakan diri ada pula dorongan untuk mengembangkan diri guna mendapatkan kemajuan baru.Paduan antara dorongan mempertahanakan diri ini merupakan proses senthese-integrasi baru, yaitu berwujud impuls realisasi diri dan transendensi diri(pengatasan diri sendiri untuk meningkat pada niveau lebih tinggi).
  4. Dalam perkembangan terdapat masa peka.Masa peka ialah suatu masa dalam perkembangan anak saat suatu fungsi jasmani ataupun rohani dapat berkembang dengan cepat jika mendapat latihan yang baik dan kontinu.Suatu gejala kepekaan sebaiknya diselidiki dengan percobaan yaitu apakah anak tersebut sudah tampak terarah minatnya pada suatu fungsi tersebut apa belum.
Montessorri mengemukaan bahwa hanya sekali saja terjadi masa peka untuk tiap-tiap fungsi seumur hidup.Karena itu, bila lalai menggunakan masa-masa peka, maka akan mengalami kerugian.
  1. Perkembangan tiap-tiap anak pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan.Anak manusia dengan bakat pembawaanya itu, hanyalah merupakan bakat-bakat yang tersedia untuk memberikan kemungkinan-kemungkinan berkembang saja.Agar bakat yang tersedia dapat berkembang dengan baik., diperlukan adanya suatu proses menjadi matang, pemberian kesempatan kemungkinan berkembang dari alam sekitarnya, serta pemeliharaan yang kontinu dari manusia-manusia dewasa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

(Sumber buku: Sobur,Alex.2009.Psikologi Umum.Pustaka Setia,Bandung)
Posting Komentar